Senin, 25 Juni 2007

Kalimatullah Hiyal ulya

KALIMATULLAH HIYA AL ‘ULYAA

(Kalimat Allah Yang Tinggi)

Sinopsis

Kalimat Allah SWT adalah yang paling tinggi. Islam sebagai then mempunyai konsep yang jelas, lengkap dan dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan konsep atau sistem selain Islam adalah buatan manusia yang tidak lengkap, tidak jelas dan bersifat berubah atau sementara. Konsep Islam dilandasi oleh syahaadatain, sedangkan selain Islam menja-dikan pemikiran jahiliyah dasarnya. Syahaadah adalah kalimat yang tinggi yang dijadikan sebagai kalimat tauhid dan kalimat takwa. Gambaran kalimat tauhid ini di dalam Al­Quran adalah kalimat thayyibah yaitu kalimat yang teguh dan kuat. Pe-mikiran jahiliyah sebagai landasan dari konsep selain Islam merupakan kalimat syirik yang menjadi saingan konsep dan sistem Islam. Konsep jahili berdasarkan semangat jahiliyah seperti materialisme, kapitalisme, komunisme, sekulerisme dan isme lainnya. Isme-isme ini tidak mempunyai kekuatan dan sebagai kalimat khabitsah yang lemah dan tidak kuat.

1. Al-Islaam - Ghairu Al-Islaam (Konsep Islam vs Selain Islam)

A. AI-Islaam (Konsep Islam)

Konsep Islam merupakan ajaran yang bersumber dari Al­lah SWT yang Maha Tinggi, tanpa dicampuri oleh pemikiran manusia. Karena Allah SWT Maha Mengetahui maka Islam adalah ilmu yang dalam. Karena Allah SWT Maha Hidup maka Islam merupakan panduan hidup. Karena Allah SWT Maha Bijaksana maka Islam adalah hukum­hukum yang adil dan bijaksana. Islam merupakan perwujudan sifat Allah SWT yang membimbing dan memimpin manusia menuju kepada keba-hagiaan yang sejati. Petunjuk Allah SWT yang sebenar-benarnya petunjuk, karena Allah yang menciptakan makhluk termasuk manusia sehingga hanya Allah saja yang mengetahui secara sebenarnya karakter ciptaanNya tersebut. Dengan demikian, sebenar-benarnya petunjuk adalah Allah. Allah SWT menunjuki kepada kebenaran selain Allah SWT hanya menyesatkan. Maka Allah SWT saja yang sesuai untuk diikuti. Kalimat Allah SWT sangat tegas dan bukan permainan. Kalimat permainan hanyalah milik syaitan yang tidak mempunyai dasar yang jelas dan tidak mempunyai kepastian.

Dalil

Q. 2:120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Q. 10:35. Katakanlah: 'Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah: "Allahlah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian) ? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

Q. 86:13. Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil.

B. Ghairu AI-Islaam (Selain Islam)

Konsep orang kafir menjadikan selain Islam sebagai panduannya misalnya pandangan bukan dari Allah SWT, Rasul dan Dien-Nya. Mereka merupakan orang yang bodoh (jahil) terhadap kebenaran. Keingkaran mereka menunjukkan kehinaan dan kerendahan yang tidak berarti dibandingkan dengan ketinggian Allah SWT Konsep hidup mereka tidak boleh diikuti oleh manusia. Orang-orang kafir saling memberikan pandangan yang menipu manusia dengan hiasan kalimat-kalimat yang indah. Menolak kitabullah berarti mengikuti hawa nafsu. Lihat pula 33:72, 30:29. Konsep orang-orang zalim berdasarkan hawa nafsu dan kesesatan mereka.

Dalil

Q. 6:112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan mempunyai kejelasan dan kepastian, is juga tidak memiliki kebenaran tapi hanya uji coba atau benar salah sehingga mereka yang mengikuti dugaan akan sesat.

Konsep demokrasi adalah hawa nafsu manusia, bila tidak berdasarkan kebenaran. Pemikiran jahiliyah yang tidak merujuk kepada kebenaran akan semakin membawa manusia kepada kehancuran. Karena dasarnya bukan kepada kebenaran tetapi kepada siapa yang berkuasa atau yang kuat.

Dalil

Hadits. Sabda Rasulullah kepada Abdullah bin Amru bin Ash: "Tulislah, demi Allah SWT yang jiwaku berada ditanganNya. Tidak keluar dari lidahku ini kecuali kebenaran".

Q. 10:36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Q. 53:23. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.

Q. 6:116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-or­ang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

3. Kalimatullah Al-`Ulyaa - Kalimah Alladziina Kafaru As-Suflaa (Kalimat Allah yang Tinggi vs Kalimat Kafir yang Rendah).

A. Kalimatullah Al-`Ulyaa (Kalimat Allah yang Tinggi)

Syahadatain merupakan kalimat Allah SWT yang tinggi karena didalamnya mengandung suatu konsep yang mendalam tentang kehidupan manusia. Karena Allah SWT sebagai pencipta yang menurunkan perintah kepada hambaNya untuk bersyahadat dan mengamalkan syariat dalam kehidupan, maka kalimat inilah yang benar dan kalimat ini pula yang tinggi dibandingkan kalimat yang lainnya. Kalimat Allah yang tinggi ini tak tertandingi oleh konsep dan pemahaman di luar Islam karena konsep Allah telah terbukti kebenarannya dan memberikan janji yang benar kepada ciptaanNya. Syahadatain merupakan gambaran kesempurnaan, ketepatan dan keadilan kalimat Allah SWT. Syahadatain j uga menggambarkan kedalaman pengetahuan Allah SWT

Dalil

Q. 6:115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Quran), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimatNya dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Q. 54:5. Itulah suatu hikmat yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).

B. Kalimah Alladziina Kafaru As-Suflaa (Kalimat Kafir yang Rendah)

Selain dari kalimat Allah adalah kalimat kafir yang ditentang oleh Islam. Hal ini disebabkan karena dasar dari konsep bukan Islam adalah dzon (sangkaan) saja. Karena konsep bukan Islam ini bersifat uji dan coba yang belum terbukti kebenarannya sehingga sangat rendah nilainya di sisi Allah SWT ataupun di sisi manusia yang beriman dan berakal. Kalimat Allah SWT yang tinggi sedangkan konsep orang­orang kafir itu rendah.

Dalil

Hadits. Sabda Rasulullah SAW: Islam itu tinggi dan tiada yang melebihi ketinggiannya.

Q. 9:40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam goa.

Hadits. Ibnu Abbas berkata, "Kalimat kalimat orang kafir ialah kemusyrikan sedang kalimat Allah adalah 'Tiada tuhan melainkan Allah'. Abu Musa Al-Asy'ari R.A dia berkata, Rasulullah tentang seorang yang berperang dengan gagah berani, berperang dengan panas hati, dan berperang dengan riya', apakah dia termasuk berjihad di jalan Allah?," Maka beliau bersabda, "Barangsiapa yang berperang agar kalimat Allah-lah yang tinggi, maka dia berperang dijalan Allah."

4. Kalimah At-Tauhiid - Kalimah Asy-Syirk (Kalimat Tauhid vs Kalimat Syirik).

A. Kalimah At-Tauhiid (Konsep Tauhid)

Syahaadatain dengan Islam sebagai pen-jelasannya merupakan konsep yang mengesakan Allah SWT Manusia dibawa pada satu tujuan dan orientasi yaitu mencari keridhaan Allah SWT Yang Maha Esa. Konsep ini marnpu menya-tukan manusia dari berbagai jenis suku dan bangsal Dari berbagai latar belakang budaya disatukan dalam sate ikatan aqidah tauhid yang punya satu kepentingan tegaknya kalimat Allah SWT yang tinggi. Dengan berpegang teguh kepada tauhidullah maka urnat dapat bersatu. Walaupun berbeda suku, bangsa dan latar belakang manusia akan bersatu dalam iman dan Islam. Islam adalah ajaran Tauhid yang memiliki hanya satu urnat yaitu umat Islam yang mengesakan Allah dari segala berituk sembahan dan abdian. Konsep Islam tentang kesatuan manusia dengan menjadikan takwa sebagai timbangan kemuliaan dan kehinaan manusia.

Dalil

Q. 3:103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkarr kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat. ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Hadits. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya Allah menyukai dari kamu tiga perkara dan membenci dalam tiga perkara. Dia ridha padamu jika kamu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, agar kamu semua berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak bercerai-berai, dan agar kamu setia kepada orang yang telah diserahi urusanmu oleh Allah, Allah murka kepadmu lantaran tiga perkara, banyak berbicara, banyak bertanya, dan menghamburkan harta." (HR.Muslim).

Q. 21:92. Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Q. 49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling baik di antara kamu pada masa jahiliyah adalah yang paling baik pada masa Islam, apabila mereka memahami." (HR. Bukhari).

B. Kalimah Asy-Syirk (Konsep Syirik)

Di dalam jahiliyah manusia saling mem-perbudak satu dengan lainnya, atau diperbudak oleh materi. Tujuan dan orientasi mereka bermacam-macam dan ber-beda-beda. Karenanya mereka saling mengeksploitasi. Yang satu ingin menguasai yang lain. Jiwa dan kepribadian mereka berpisah, tiada ruh yang dapat melandasi kesatuan dan persatuan. Konsep di luar Islam hanya membawa kepada kemusyrikan, menghasilkan perbudakan antara manusia. Kehinaan ilah-ilah kaum musyrikin yang menjadi beban bagi penyembahnya, hal ini terjadi karena ilah kaum musyrik adalah ilah yang tidak kuat dan tidak memiliki kemampuan apapun, sehingga menjadi beban bagi yang menyembahnya. Kalimat syirk merupakan gambaran orang yang berada di dalam konsep jahiliyah dan menjalankan kemusyrikan dibandingkan dengan konsep tauhid. Allah menyatakan bahwa musuh Allah SWT itu tidak bersatu dan mereka bercerai berai, karena konsep yang dipegangnya tidak satu dan tidak sama.

Dalil

Q. 3:64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) ".

Q. 16:75-76. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui. Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan,. dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?

Q. 39:29. Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui Q. 59:14. Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.

5. Kalimah At-Taqwaa - Hamiyyah Al-Jaahiliyah (Kalimat Takwa vs Kesombongan Jahi-liyah)

A. Kalimah At-Taqwaa (Kalimat Takwa)

Konsep Islam yang tinggi itu merupakan sumber ketakwaan dan kebajikan. Mengucapkan saja me-rupakan ibadah, apalagi mempelajari, menghayati dan meng-amalkannya. Hanya konsep inilah yang dapat membentuk pribadi takwa dan akhlak mulia. Manusia yang mendasari kehidupannya dengan kalimat laa ilaaha illa Allaah diperumpamakan membangun sesuatu dengan landasan takwa. Tuj uan dan penghambaan Islam adalah membentuk pribadi takwa. Hanya dengan melaksanakan syahaadatain secara murni dan basil takwa dapat dicapai. Banyak contoh-contoh konsep takwa yang disajikan oleh kitabullah dan dicontohkan oleh Nabi SAW dalam sunnah dan sirahnya. Manusia yang membenarkan kitabullah sebagai jalan menuj u takwa, adalah kewajiban bagi seorang yang beriman.

Dalil

Q. 9:108. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu sesama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Al­lah menyukai orang-orang yang bersih.

Q. 2:2 1. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

Q. 2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, Q. 2:178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

Q. 3:133-135. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumf yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan or­ang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Q. 39:33. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang­orang yang bertakwa.

B. Hamiyyah Al-Jaahiliyah (Kesombongan Jahiliyah)

Selain konsep Islam maka konsep itu adalah jahiliyah hanya berupa slogan yang menunjukkan kesombongan dan ke-banggaan orang-orang yang bodoh. Tak terbukti di dalam kenyataan, hanya teori-teori kosong yang dusta. Masyarakat yang dibentuknya menjadi masyarakat yang kufur dan ber-gelimang dalam maksiat.

Orang-orang kafir menanamkan kecintaan pada konsep mereka. Sedangkan Allah SWT mewajibkan pengkajian kalimat takwa.

Penguasa sistem jahiliyah membanggakan kekuasaan dan kekayaan mereka untuk menipu rakyat. Sistem jahiliyah adalah sistem uji coba yang tidak mempunyai suatu kepastian sehingga dapat membawa manusia kepada kebodohan.

Penguasa jahiliyah selalu berdalih stabilitas kekuasaannya untuk menjelekkan pembawa kebenaran dan mengekalkan kekuasaannya.

Dalil

Q. 48:26. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Q. 43:51-54. Dan Fir`aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat (nya)?. Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya) ?. Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya.". Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

Q. 40:26. Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar­pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah is memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".

6. Al-Kalimah Ath-Thayyibah - Al-Kalimah Al-Khabiitsah (Kalimat Yang Baik vs Kalimat Tak Baik)

A. Al-Kalimah Ath-Thayyibah (Konsep yang Baik)

Karena membawa kepada ketakwaan dan persatuan maka Islam merupakan konsep yang baik. Ibarat pohon yang baik, is akan berakar dihati manusia yang suci (fitrah), kuat dan tertunjang dalam keyakinan dan kepribadian mereka. Kalimat yang baik melahirkan manusia yang membentuk peradaban mulia dan bermanfaat di dunia. Bila tiba masanya pohon Islam akan menghasilkan buah yang lezat lagi berkhasiat. Syahaadatain sebagai kalimat yang baik diumpamakan Al­lah SWT bagaikan pohon yang baik, akamya tertunjang ke bumi dan batangnya menjulang ke angkasa (tertanam baik di hati manusia karena sesuai dengan fitrah). Pohon itu senantiasa memberikan buah yang baik di setiap musim karena setiap muslim dalam berbuat baik mengharapkan ridha Allah SWT yang kekal dan pasti. Sistem tauhid ini menghasilkan manusia-manusia yang bermanfaat bagi dunia dan peradaban. Masyarakat tauhid ini tumbuh bagaikan pohon pula, lihat Q. 48:29.

Dalil

Q. 14:24-25. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

Hadits. Ahmad meriwayatkan dari Mujahid,"Aku menyertai Ibnu Umar ke Madinah maka aku tdak mendengar beliau menceritakan dari Nabi SAW kecuali sebuah hadits. Beliau berkata," Kami tengah bersama Rasulullah SAW beliau mengambil sejumlah kerikil, kemudian bersabda, ada sebuah pohon yang dapat dij adikan perumpamaan bagi seorang muslim. Aku ingin mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Aku memperhatikan sekitar dan ternyata aku adalah orang yang paling muda disana. Maka Rasulullah SAW bersabda,"Ia adalah pohon kurma."

B. Al-Kalimah AI-Khabiitsah (Konsep yang Buruk)

Karena membawa kepada ke-ku-furan dan kemaksiatan, maka jahiliyah merupakan sumber masalah bagi manusia. la ibarat pohon yang buruk yang telah tercabut dari akarnya, kering kerontang, mudah hancur. Tidak memberikan buah kebaikan sama sekali bahkan men-jadi sampah atau sumber penyakit. Konsep yang buruk ibarat pohon yang buruk. Tidak tertanam dalam hati dan jiwa manusia karena bertentangan dengan fitrah. Pribadi yang dihasilkan oleh sistem jahiliyah adalah kosong dan tidak berarti, hanya pandai bersilat lidah saja, berkata tetapi tdak diamalkan, lihat Q. 2:204-205. Perumpamaan lainnya adalah kayu yang tersandar. Kelihatannya kokoh tetapi sebenarnya rapuh. Ini contoh tentang munafiqin, lihat juga Q. 63:4.

Dalil

Q. 14:26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.

Q. 48:29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang­orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap or­ang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Q. 2:204-205 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal is adalah penantang yang paling keras. Dan apabila is berpaling (dari kamu), is berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

Q. 63:4 Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Hadits. Ibnu Abi Hatim neriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi SAW bersabda,"Dan Perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk."Ia adalah pohon labu. Kemudian aku memberitahukan hal itu kepada Abu Al-Aliyah. Maka is berkata,"Demikianlah yang kami dengar dari Rasulullah."

7. Tsaabitah - Ghairu Tsaabitah (Kukuh vs Rapuh)

A. Tsaabitah (Stabil dan Kukuh)

Kukuh merupakan sifat Islam, tidak pernah mengalami kegoncangan. Tak lapuk dengan hujan dan angin, bahkan itu akan menumbuhkan pohon Islam. Sebagai kebe-naran is ibarat arus sungai yang deras, selalu teguh berke-lanj utan dan menghantam batu karang. Kekukuhan al haq dalam menghadapi tantangan bagaikan air arus yang berjalan terus. Al haq tidak akan pernah berhenti berhadapan dengan kebatilan karena hal ini merupakan sunatullah semenjak adanya manusia. Akhir dari setiap pertempuran tersebut selalu dimenangkan oleh al haq. Konsepsi ini membawa keteguhan kepada orang-orang yang mengikutinya. Allah SWT meneguhkan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Kemenangan aqidah adalah kemenangan hakiki yang dituju orang-orang beriman dalam perjuangan.

Dalil

Q. 13:17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka is tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan­perumpamaan.

Q. 14:27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang­orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

Q. 85:6. Dia diciptakan dari air yang terpancar,

B. Ghairu Tsaabitah (Tidak Seimbang dan Rapuh)

Rapuh merupakan sifat dienul jahiliyah. la selalu mengalami pasang surut, berubah dan berganti. Dapat lapuk di telan masa. Sedikit saja mengalami goncangan is akan hancur. Sebagai kebatilan is ibarat buih di atas arus, akan lenyap dengan sendirinya. Kerapuhan jahiliyah bagaikan sampah, kelihatannya banyak tetapi mengikut saja kemana pergi. Jahiliyah tidak mempunyai tempat berpijak yang jelas dan pasti. la pun tidak mempunyai dasar yang jelas sehingga jahiliyah bersifat lemah.

Dalil

Hadits Rasulullah mengumpamakan petunjuk yang dibawa oleh beliau seperti hujan dan air. Tergantung kesiapan tanah (jiwa manusia) untuk menerimanya.

Q. 13:17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka is tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan­perumpamaan.

Hadits. Dari Abu Musa Al-Asy'ari R.A bahwasanya Rasulullah bersabda,"Perumpamaan hidayah dan ilmu yang dibawakan dari sisi Allah adalah seperti hujan yang turun ke bumi. Maka ada sebagian lahan yang dapat menerima air itu, lalu is menumbuhkan rerumputan dan pepohonan yang lebat. Dan di antara lahan ada yang menyerap dan dapat menahan air sehingga Allah memberi manfaat kepada manusia, melalui air itu, untuk minum, menggembala, mengairi clan bercocok tanam. Hujan pun turun ke wilayah cadas sehingga is tidak dapat menahan air dan tidak menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami agama Allah. Allah memberi manfaat melalui apa yang aku bawa, kemudian is memanfaatkannya, mengkajinya kemudian mengajarkannya, adapula orang yang tidak memberikan perhatian kepadanya sedikitpun dan tidak menerima hidayah Allah yang aku diutus karenanya. (HR. Bukhari-Muslim).

8. Qawiyyah - Dha'iifah (Kuat vs Lemah)

A. Qawiyyah (Kuat dan Tak Terkalahkan)

Karena teguh dan kukuh maka sebagai konsepsi Islam tidal dapat dikalahkan. Ditinjau dari sudut apapun Islam unggul. tidak dapat ditandingi. Peradaban dan warisannya penuL kehebatan dan kehebatan kemanusiaan. Seluruh ajaran Is­lam memiliki kekuatan dari segi hujjah maupun realitas Dari itu umat Islam harus kukuh dan kuat seperti Islam. Berizzah yang tinggi karena prestasi yang dicapainya. Orang-orang kafir putus asa untuk mengalahkan Islarr, dari segi konsep sehingga kita tak perlu takut kepad2 mereka. Karena Allah SWT akan membantu pare hambanya. Jaminan Allah SWT bagi kemenangan tentaraNya yaitu yang mengikuti sistem ini dengan sesungguhnya. Fakta sejarah yang menunjukkan kekuatan kaum beriman telah membuktikan bagaimana kekuatan orang beriman mengalahkan orang kafir.

Dalil

Q. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku­cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

37:172-173(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.

Q. 5:56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.

Q. 3:137-139. Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang­orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

B. Dha'iifah (Lemah dan Selalu Kalah)

Karena kegoncangan dan kerapuhannya maka jahiliyah ini sangat lemah, mudah untuk dihancurkan. Tak ada daya dan kekuatannya sama sekali. Para pengikutnya menjadi or­ang-orang yang paling lemah, tanpa kepribadian, kecewa dan pesimis. Tanpa prestasi sehingga manusia tak ada harganya sama sekali. Kelemahan sistem yang dibangun oleh konsep syirik seperti sarang laba-laba. Sehingga sistem orang kafir sangat lernah dan mudah dihancurkan oleh kekuatan Islam. Pernyataan Allah SWT bahwa pengikut kebatilan pasti kalah dan tempat mereka adalah neraka jahanam. Gambaran tentang cara Allah SWT meng-hancurkan kebatilan secara sistematik yaitu dengan menghabiskan asasnya terlebih dahulu. Sedangkan kehinaan mereka sangat dekat waktunya karena akan datang setelah kematian menimpa mereka.

Dalil

Q. 29:41 Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang pal­ing lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui..

Q. 3:12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk­buruknya".

Q. 16:26-27. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di manakah sekutu-sekutu­Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin) ?" Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu): "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir".

Tidak ada komentar: